Blog Archive

Friday, December 5, 2008

JIKA MESIN KENDARAAN TIBA-TIBA MATI DI TENGAH REL KERETA


Mengapa jika mesin kendaraan bermotor tiba-tiba mati di lintasan rel kereta api sulit dihidupkan lagi?
Ternyata itu disebabkan adanya pengaruh gesekan antara roda kereta dengan relnya. "Jadi, bukan semata-mata karena sopirnya gugup sehingga tidak bisa menghidupkan mesin kendaraannya, " kata Dr Ir Djoko Sungkono, kepala Laboratorium Motor Bakar Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS).
Selama ini sering terjadi kendaraan bermotor tiba-tiba mati mesinnya saat melintas di atas rel kereta api. Itu terjadi terutama ketika ada kereta yang mau lewat. Pengendaranya kesulitan menghidupkan kembali mesin kendaraannya itu. Akibatnya, kendaraan bermotor itu ditabrak kereta dalam hitungan sekian puluh detik berikutnya.
Kasus terbaru adalah seperti yang dialami Rektor dan Pembantu Rektor III Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Keduanya tewas karena mobil yang sedang melintas rel dihantam kereta api. Djoko lalu mengingatkan, jika mesin mobil tiba-tiba mati di atas rel, maka hendaknya penumpangnya segera keluar dan mendorongnya. Jika tidak, akan sangat membahayakan jika kereta segera lewat. Dan jangan berusaha menghidupkan mesin! Yang anda lakukan adalah, keluar! dan mendorongnya! Kalopun anda gak sempat mendorong, setidaknya anda sudah berada diluar kendaraan dan bisa sewaktu-waktu lari menghindar.
Mengapa mesin bermotor susah dihidupkan? Kata Djoko, terjadi impedansi yang ditimbulkan oleh pergesekan roda kereta api dan relnya. Dan, impedansi itu yang cukup untuk mengakibatkan mesin mobil yang mati sulit menyala kembali. Kejadian itu terutama berpengaruh pada mobil atau kendaraan yang berbahan bakar bensin, meskipun kendaraan berbahan bakar solar juga ada yang terpengaruh. "Pada kendaraan yang berbahan bakar bensin, starternya digerakkan oleh dinamo," paparnya. Dari dinamo ini dihasilkan medan magnet yang selanjutnya menggerakkan mesin mobil. Djoko mengatakan, hal tersebut tidak jadi masalah bila mesin mobil tersebut tidak mati. Namun bila mesin tersebut mati maka akan sulit untuk dihidupkan lagi. Medan impedansi tersebut tidak diperlukan jarak yang dekat untuk itu. Hal tersebut sudah mulai dapat berpengaruh ketika kereta api masih berjarak 1,5 km lokasi lintasan di mana kendaraan bermotor itu melintas rel.
Tambahan Sedikit: Pengapian pada mesin bensin menggunakan percikan bunga api dari busi yang ditimbulkan oleh listrik bertegangan tinggi (high voltage) yang diproduksi oleh "coil." Medan listrik statis yang ditimbulkan oleh rel karena gesekan roda kereta api dengan rel dapat mempengaruhi/ mengganggu produksi (besarnya) bunga api pada busi, sehingga mesin mudah mati. Tetapi hal ini hanya terjadi bila putaran (RPM) mesin rendah (putaran mesin idle). Akibatnya mesin sulit menyala bila di-start. Menyelamatkan diri dengan mendorong mobil adalah salah satu cara yang baik, namun sebelum turun JANGAN LUPA memposisisikan tuas transmisi pada posisi gigi NETRAL. Cara lain adalah bila kondisi accu (aki) masih bagus, anda tidak perlu turun dari mobil, masukkan tuas transmisi pada posisi gigi 1 (satu), kemudian start mobil (pedal coupling JANGAN diinjak). Maka mobil akan berjalan karena digerakkan oleh dinamo starter. Setidak-tidaknya mobil berjalan sampai menyeberangi rel kereta.
Tetapi cara ini hanya bisa dilakukan untuk mobil yang bertransmisi MANUAL, TIDAK untuk mobil bertransmisi MATIC. Untuk mobil matic maka penyelamatan hanya dengan cara mendorong, dan jangan lupa tuas transmisi pada posisi NETRAL (N), bukan parking (P). Putaran idle mesin mobil matic biasanya lebih tinggi daripada mobil manual, sehingga mesin tidak mudah mati. To ALL : PANDUAN yg bisa saya sampaikan ketika kondisi mensin menyala ( pada saat kita akan "menyebrang" rel tsb ) dari tulisan diatas adalah: Ketika melewati jalur rel lintasan KA disarankan utk menaikkan RPM / putaran mesin. Utk mobil manual transmisi yg dilakukan adalah injak pedal gas agak besar dan menggantungkan sedikit koplingnya. Lebih dikenal dgn istilah setengah kopling / cluth. Utk mobil matic transmisi biasanya RPM / putaran mesin sudah dikontrol oleh computernya. Aman deh. (atau mau lebih aman lagi gunakan option/pilihan gigi level rendah). Utk Bikers dgn sistem kopling, sama seperti manual transmisi, naikkan RPM/putaran mesin dgn cara tambah gas dan setengah kopling. Utk bikers dgn sistem automatic (bebek atau scooter), jangan lupa pindah gigi dahulu ke level rendah, disarankan gunakan gigi 1 saja. Berdasarkan pengalaman, lebih baik melewatinya sedikit lebih cepat walaupun mobil/motor akan "bergoyang".
Sering kita dengar kecelakaan Kereta Api Vs. Kendaraan (roda2/4) di lintasan kereta api (biasanya tanpa palang pintu). Kasus yang sering dijumpai adalah kendaraan macet di rel kereta dan tidak bisa digerakkan dan akhirnya disambutlah oleh kereta. Terlepas dari segi "dunia lain", saya pernah dikasih tau sama tetangga (penjelasan versi ilmiah), begini ceritanya: " Ketika rel dilewati kereta api, dalam jarak tertentu akan timbul medan magnet dimana hal tersebut yang sering menjadikan mesin kendaraan mati dan kendaraan sulit untuk digerakkan "
Note: Terakhir yang saya denger - mudik lebaran - kejadian di Purwodadi (kebetulan keluarga tersebut satu kota dengan saya). Ketika mobilnya melewati rel tanpa palang pintu, ditengah rel macet dan disambut kereta. Last result = fatality